Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Susu Penyebab Anemia, Mitos atau Fakta?

Kita kerap dihadapkan dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat, salah satunya anggapan bahwa minum susu dapat memicu terjadinya anemia. Ayo ketahui faktanya…

Zat besi adalah mineral penting bagi manusia. Zat besi memainkan peran penting dalam produksi sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh organ tubuh. Kita bisa memperoleh zat besi dari makanan dan dari suplemen. Jika tubuh tidak memiliki cukup zat besi, tubuh terancam anemia defisiensi zat besi (ADB), kondisi dimana jumlah sel darah merah rendah.

 

Berbagai info seputar zat besi di masyarakat kerap membingungkan, salah satunya bahwa susu harus dihindari penderita anemia, karena kalsium dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh, sehingga memperburuk kondisi anemia. Benarkah demikian?

 

Pro dan kontra

Terjadi silang pendapat tentang hal ini. Ekhard Ziegler, seorang Guru Besar pediatrik dari University of Iowa (November 2011) menyatakan bahwa konsumsi susu sapi menyebabkan kekurangan zat besi pada bayi dan balita. Ini disebabkan kandungan kalsium dan kasein dalam susu sapi menghambat penyerapan zat besi. Namun hal itu tidak akan terjadi bila susu telah difortifikasi dengan zat besi.

 

Pendapat tersebut dipatahkan oleh Dairy Nutrition, dalam sebuah artikel untuk dairynutrition.ca (23 Juli 2018) yang berjudul “Kalsium dan penyerapan zat besi: Apakah terdapat interaksi?” Intinya adalah kalsium tidak memiliki efek jangka panjang yang signifikan terhadap penyerapan zat besi. Susu dan produk susu belum terbukti memengaruhi penyerapan zat besi.

 

Dalam uji coba crossover secara acak selama empat hari, konsumsi segelas susu dengan tiga kali makan utama, atau konsumsi makanan yang diperkaya kalsium dengan jumlah kalsium yang setara, tidak menghambat penyerapan zat besi. Dalam penelitian lain, ditemukan bahwa penambahan susu atau yogurt ke pola makan nabati tidak mempengaruhi penyerapan zat besi oleh tubuh.

 

Susu adalah minuman sehat, namun tentu saja perlu diingat bahwa makanan terbaik bayi adalah ASI, ditambahkan makanan padat setelah enam bulan, dan pemberian ASI lanjut sampai anak dua tahun. Dokter anak menyarankan pemberian susu sapi sebaiknya sesudah anak usia satu tahun.

 

Pastikan kebutuhan zat besi terpenuhi

Anak dalam masa tumbuh kembang harus tercukupi kebutuhan nutrisinya, salah satunya kebutuhan zat besi. Anemia defisiensi besi tidak boleh diremehkan, kekurangan zat besi dapat berimbas ke banyak hal, antara lain kemampuan belajar dan prestasi akademik anak. Kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke otak, sehingga otak tidak dapat berfungsi secara optimal.

 

Jangan biarkan ADB ‘merampas’ masa depan anak, pastikan Anda telah memenuhi kebutuhan zat besi anak..

  • Berikan anak makanan dengan gizi seimbang dalam pola makannya sehari-hari. Pastikan zat besi anak tercukupi dari makanannya.
  • Jangan lupa berikan makanan yang mengandung vitamin C, karena vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi.
  • Untuk mengatasi anemia defisiensi besi, berikan Maltofer® yang mengandung Iron Polymaltose Complex. Maltofer® tersedia dalam bentuk drops, sirup, dan tablet kunyah, yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

 

BOKS

Ini lho makanan kaya zat besi

  • hati dan daging sapi
  • seafood (kerang, tuna, salmon, dan udang)
  • kacang-kacangan (kacang merah, kedelai, kacang hitam)
  • sayuran hijau (bayam, brokoli, dan kangkung)
  • kuning telur
  • tahu
  • buah kering (kismis dan kurma)

 

Referensi:

 

 

 

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Makanan Penambah Asupan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan secara keseluruhan karena kurangnya pasokan oksigen di dalam darah. Hindari kondisi ini dengan memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Kelainan Akibat Kelebihan Zat Besi

Hemokromatosis adalah kelainan metabolisme yang menyerang lebih dari 1 juta orang Amerika. Kondisi ini nyata, biasa dan terkait genetik

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Bahaya Anemia Saat Menstruasi Pada Remaja Putri

Jika kamu seorang remaja putri, kamu membutuhkan zat besi yang cukup besar. Saat menstruasi, kamu kehilangan zat besi yang signifikan, yang dapat berujung pada anemia. Efeknya? Kamu jadi tidak fokus belajar, kurang konsentrasi dan daya pikir menurun.

0