Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Resah karena rambut terus rontok seringkali membuat kita mencoba berbagai jenis produk perawatan rambut. Padahal, bisa jadi penyebab rambut rontok adalah asupan nutrisi yang kurang, terutama makanan yang mengandung zat besi.

Para vegan sendiri biasanya memiliki kadar zat besi dalam darah yang rendah sehingga mereka harus mengonsumsi makanan tinggi zat besi untuk memenuhi kebutuhan zat besi sesuai rekomendasi setiap harinya.

Umumnya, rambut yang rontok adalah bagian normal dari siklus pertumbuhan rambut. Normalnya, rambut yang rontok sekitar 100 helai per hari dan rambut bisa bertahan rata-rata hingga 4,5 tahun sebelum akhirnya rontok. Tapi jika rambut yang rontok melebihi jumlah tersebut, sebaiknya penyebabnya dicari tahu.

Kerontokan rambut bisa terjadi karena berbagai alasan, yaitu usia, penyakit alopecia (kebotakan), ketidakseimbangan hormon, stres, kondisi medis tertentu, konsumsi obat tertentu, dan juga kekurangan gizi seperti zat besi.

Makanan sumber zat besi terbagi menjadi dua jenis, yakni zat besi heme dan zat besi non-heme. Zat besi heme ditemukan pada sumber hewani seperti daging, ayam, tuna, dan daging kalkun. Zat besi ini lebih gampang diserap tubuh. Sementara itu zat besi non-heme ditemukan pada tanaman seperti kacang-kacangan, bayam, serta sereal yang difortifikasi. Direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan tinggi zat besi dengan vitamin C untuk membantu proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Konsumsi makanan dengan kandungan vitamin B dan E seperti alpukat, bayam dan minyak olive juga dapat membantu. Daging pun akan mempermudah penyerapan kalsium.

Kekurangan zat besi menjadi sala satu faktor penyebab terjadinya anemia yang dapat memicu terjadinya kelelahan ekstrim, rambut rontok, tubuh lemah, pusing, tubuh terasa dingin dan kesulitan konsentrasi.

Normalnya laki-laki dan perempuan yang berusia di atas 51 tahun membutuhkan asupan zat besi sebanyak 12-13 mg, sedangkan perempuan berusia 19-51 tahun membutuhkan asupan zat besi 2 kali lipat yaitu  26 mg.

Namun jika asupan zat besi dirasa kurang, Maltofer bisa menjadi jawabanmu. Maltofer merupakan obat kunyah dan sirup penambah zat besi yang paling mengerti kebutuhan zat besimu.

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Pentingnya Zat Besi Pada Anak

Bila si kecil sering terlihat lesu, cermati kemungkinan ia mengalami defisiensi zat besi.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Jenis Anemia pada Ibu Hamil, Dampaknya, dan Cara Mengatasinya

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin rendah (protein kaya zat besi yang berperan atas warna sel darah merah) atau karena tubuh kehilangan banyak darah.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Kelainan Akibat Kelebihan Zat Besi

Hemokromatosis adalah kelainan metabolisme yang menyerang lebih dari 1 juta orang Amerika. Kondisi ini nyata, biasa dan terkait genetik

0