Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Perempuan yang Menjalani Diet Rentan Mengalami Anemia Defisiensi Besi

Perempuan paling sering melakukan diet karena ingin memiliki berat badan ideal. Tapi hati-hati, pilihan diet yang salah dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.

Diet memiliki arti ‘mengatur pola makan’. Namun orang sering salah kaprah dan menganggap berdiet adalah mengurangi asupan makanan. Sebaiknya, sebelum memutuskan berdiet, kita berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter ahli gizi. Agar diet yang dilakukan tak menyebabkan kita kekurangan nutrisi penting untuk tubuh.

 

Anemia defisiensi besi dan perempuan

Berdiet yang dilakukan serampangan, dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme. Salah satu efek buruk yang dapat terjadi adalah munculnya anemia akibat kekurangan nutrisi (nutritional-deficiency anemia).

Perempuan membutuhkan asupan zat besi lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Kebutuhan zat besi peremuan (19-49 tahun) per hari adalah 26 mg, sedangkan kebutuhan zat besi laki-laki hanya 13 mg saja. Saat menstruasi atau melahirkan, perempuan banyak kehilangan darah, berarti zat besi banyak terbuang dan butuh diganti. Begitupun saat hamil, ibu perlu asupan zat besi lebih banyak untuk dirinya, serta bayi dalam kandungannya.

 

Kondisi anemia defisiensi besi jangan dibiarkan

Menurut badan kesehatan dunia, WHO, anemia mempengaruhi 30% dari populasi dunia, yang sebagian besar penderitanya adalah ibu hamil dan anak-anak. Anemia defisiensi besi adalah kondisi di mana tubuh tak dapat membentuk hemoglobin yang merupakan bagian dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai transport oksigen ke seluruh bagian tubuh. Kondisi anemia defisiensi besi menyebabkan penderita mengalami kekurangan oksigen, dan hal ini sangat berbahaya untuk kesehatannya, bahkan kelangsungan hidupnya.  Memilih pola diet yang tepatJadi, sebelum memutuskan berdiet, sebaiknya lakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu untuk mencari kelebihan serta kekurangan dari berbagai pola diet. Lalu, konsultasikan dengan ahli gizi untuk memilih mana yang paling cocok untuk Anda. Ingat, tidak semua pola diet sesuai untuk semua orang.

Pilihlah pola diet yang tidak mengurangi asupan nutrisi penting bagi tubuh. Misalnya dengan hanya mengurangi asupan karbohidrat atau lemaknya saja (tapi tetap dikonsumsi). Contohnya diet keto atau low carb. Pastikan makanan yang tinggi zat besinya tetap ada dalam menu makanan sehari-hari.

 

Gejala anemia defisiensi besi dan cara mengatasinya

Ada beberapa gejala anemia defisiensi besi yang perlu kita waspadai, yaitu:

  • kulit pucat
  • mudah gelisah
  • kelelahan yang berlebihan
  • lidah terasa sakit
  • keinginan untuk makan makanan yang tidak biasa, seperti tanah atau es (kondisi yang disebut ‘pica’)
  • sakit kepala atau ‘kliyengan’.
  • Rambut rontok
  • Kuku mudah patah

 

Cara mengatasinya adalah dengan makan makanan yang tinggi zat besi seperti:

  • daging merah (termasuk hati), misalnya sapi atau kambing
  • daging putih (termasuk hati), misalnya ayam, bebek, dan kalkun
  • makanan laut seperti ikan sardin, tiram, kerang, dan anchovies
  • sayuran hijau seperti bayam, brokoli, atau kale
  • kacang-kacangan
  • makanan yang difortifikasi zat besi seperti pasta, roti, atau sereal.

 

Agar penyerapan zat besi di dalam tubuh lebih baik, jangan lupa untuk mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak vitamin C, seperti jeruk, stroberi, atau brokoli.

Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi Maltofer®, anti-anemia oral yang mengandung zat besi IPC (Iron PolymaltoseComplex), yang strukturnya mirip dengan cadangan besi dalam tubuh (ferritin) sehingga zat besi diserap oleh tubuh melalui mekanisme alami. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi anti-anemia oral.

 

Referensi:

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Kelainan Akibat Kelebihan Zat Besi

Hemokromatosis adalah kelainan metabolisme yang menyerang lebih dari 1 juta orang Amerika. Kondisi ini nyata, biasa dan terkait genetik

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Makanan Penambah Asupan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan secara keseluruhan karena kurangnya pasokan oksigen di dalam darah. Hindari kondisi ini dengan memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Rambut Rontok? Mungkin Anda Kekurangan Zat Besi

Resah karena rambut terus rontok seringkali membuat kita mencoba berbagai jenis produk perawatan rambut. Padahal, bisa jadi penyebab rambut rontok adalah asupan nutrisi yang kurang, terutama makanan yang mengandung zat besi. Para vegan sendiri biasanya memiliki kadar zat besi dalam darah yang rendah sehingga mereka harus mengonsumsi makanan tinggi zat besi untuk memenuhi kebutuhan zat ...

0