Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Olahraga untuk Penderita Anemia Defisiensi Zat Besi

Olahraga adalah aktivitas yang baik dan perlu untuk dilakukan demi kesehatan tubuh. Bagi penderita anemia, pilihlah jenis olahraga yang dianjurkan serta ikuti aturannya agar tidak memperburuk kondisi Anda.

Anemia adalah kondisi di mana jumlah hemoglobin di dalam darah merah di bawah normal, padahal hemoglobin ini penting untuk mengikat dan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Penyebab utama anemia adalah kurangnya zat besi yang merupakan komponen dasar pembentukan hemoglobin. Itu sebabnya penderita anemia sering merasa lelah atau tak bertenaga.

Meskipun ‘akrab’ dengan rasa lelah, sebaiknya penderita anemia tetap melakukan olahraga. Tentunya jenis olahraga yang disarankan untuk penderita anemia adalah jenis olahraga yang tidak akan memperburuk kondisi penderita. Tak perlu khawatir jika saat berolahraga Anda merasa cepat merasa lelah, lakukan saja sesuai dengan kemampuan.

Pilihan olahraga yang cocok untuk penderita anemia

Sama dengan aktivitas lainnya, olahraga juga dapat membuat tubuh membakar sejumlah oksigen di dalam darah untuk diubah menjadi tenaga. Itu sebabnya olahraga ringan lebih dianjurkan bagi penderita anemia, karena tidak akan membuat tubuh kehilangan oksigen secara terlalu cepat. Ingatlah untuk selalu melakukan pemanasan dan pendinginan tubuh kala berolahraga. 

Berikut adalah beberapa pilihan olahraga untuk penderita anemia:

  • Jalan kaki

Dibandingkan berlari, jalan kaki tidak akan menyedot terlalu banyak oksigen di dalam darah Anda. Lakukan di saat tubuh terasa fit dan kondisi udara di tempat akan berolahraga terasa nyaman.

  • Lari

Tidak semua penderita anemia bisa atau sanggup melakukan olahraga ini. Namun jika Anda ingin mencobanya, lakukan secara bertahap mulai dari berjalan cepat selama beberapa meter, berlari perlahan, hingga menemukan kecepatan yang sesuai. Segera hentikan olahraga jika merasa pusing.

  • Bersepeda

Kegiatan bersepeda saat ini memang sedang marak dilakukan, karena selain menyehatkan, juga menyenangkan dan dapat dilakukan secara berkelompok. Sebaiknya pilihlah medan yang mendatar saja (tidak menanjak), agar tubuh tidak terlalu cepat membakar oksigen dan Anda pun tidak terengah-engah.  

  • Angkat beban

Umumnya dilakukan di ruang tertutup atau pusat kebugaran, angkat beban juga disarankan bagi penderita anemia. Lebih baik jika ditemani oleh instruktur yang dapat membantu Anda melakukan olahraga ini secara benar.

  • Pilates, taichi, yoga

Ketiga jenis olahraga ini memiliki kesamaan yaitu melatih pernafasan serta fleksibilitas otot dan sendi. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat bagi penderita anemia, karena dapat memperlancar asupan oksigen ke dalam darah.

Tip olahraga bagi penderita anemia

Bagi penderita anemia, sebaiknya mengikuti beberapa tip berikut ini ketika berolahraga agar tidak terjadi masalah serius yang dapat mengganggu kesehatan: 

  • Lakukan olahraga dengan santai saja, tak perlu mengejar target tertentu seperti layaknya atlet.
  • Waspada selalu pada keluhan yang mungkin muncul seperti tekanan darah melonjak drastis, pusing, atau nyeri di bagian dada.
  • Perhatikan pola makan Anda karena ini juga salah satu pilar yang dapat membantu penderita anemia meningkatkan oksigen dalam darah.
  • Pilihlah waktu yang tepat di mana tubuh sedang bugar dan udara di tempat akan berolahraga cukup segar, serta suhunya nyaman.
  • Selalu lakukan hidrasi atau mencukupkan kebutuhan air di dalam tubuh. Sediakan selalu botol minuman dalam jangkauan Anda.

Olahraga pada penderita anemia adalah untuk meningkatkan ketahanan tubuh dan meningkatkan efisiensi tubuh untuk mengikat oksigen lebih baik. Penderita anemia harus tetap menjalankan pengobatan secara rutin dan teratur, serta berkonsultasi pada dokter sebelum melakukan olahraga.

Mengonsumsi suplemen zat besi seperti Maltofer® juga dapat menjadi salah satu cara untuk menambah jumlah hemoglobin di dalam darah. Kandungan zat besi Maltofer® dalam bentuk Iron Polymaltosa Complex (IPC), membuat penyerapan zat besi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Penyerapan zat besi menjadi lebih efektif, dan efek samping yang disebabkan kelebihan zat besi seperti konstipasi dan mual pun jarang terjadi.

Referensi: 

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Penyebab dan Gejala Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat terjadi pada siapa saja. Saat kondisi ini terjadi, tubuh dapat mengalami anemia defisiensi zat besi yang menyebabkan berbagai gejala yang khas.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Efek Buruk Kelebihan Zat Besi Dalam Tubuh

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan kondisi anemia pada tubuh kita. Namun kelebihan zat besi juga ternyata dapat menyebabkan kondisi yang tak kalah buruknya.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

10 Tanda Gejala Anemia Defisiensi Zat Besi

Siapapun dapat mengalami anemia defisiensi zat besi, baik laki-laki atau perempuan, anak-anak maupun dewasa. Kondisi anemik yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan serius.

0