Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Mengatasi Anemia Defisiensi Besi Akibat Menstruasi Berlebih

Siklus menstruasi kamu dapat bercerita banyak tentang kesehatan kamu. Salah satunya saat sinyal gejala anemia muncul, saat menstruasi kamu berlebihan.

Menstruasi adalah serangkaian proses dalam tubuh wanita—khususnya pada organ reproduksi—yang terjadi ketika lapisan dinding rahim (endometrium) yang menebal luruh karena tidak ada pembuahan sel telur. Siklus menstruasi pada setiap wanita tidak sama, namun normalnya berada di kisaran 21-35 hari. Atau, secara rata-rata adalah 28 hari, dan berlangsung selama 3-7 hari.

Mengingat menstruasi adalah ‘tamu’ rutin yang mendatangi kamu setiap bulan, maka semestinya kamu mengenal dengan baik. Sehingga ketika suatu kali terjadi penyimpangan di luar kebiasaan itu menandakan adanya masalah dalam kesehatan kamu, misalnya saat menstruasi berlebihan atau berkepanjangan. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan menorrhagia.

 

Dampak menorrhagia

Meskipun tidak selalu menjadi pertanda suatu kondisi yang serius, menstruasi yang berlebihan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, baik secara emosi, psikis, maupun sosial. Berikut gejala dan tanda menorrhagia:

  • Kamu mengganti pembalut 1-2 jam sekali
  • Terbangun di malam hari untuk berganti pembalut
  • Masa menstruasi lebih dari satu minggu
  • Membatasi aktivitas karena menstruasi yang berat
  • Mengalami gejala anemia seperti kelelahan, tubuh lemah, napas pendek, dan kulit pucat

 

Kehilangan darah sama artinya dengan berkurangnya jumlah sel darah merah yang bersirkulasi di dalam tubuh. Kondisi inilah yang memicu gejala anemia.

Kadang kala, menorrhagia juga menyebabkan keluhan lainnya, misalnya kram disertai nyeri (dysmenorrhea), yang tak jarang membutuhkan pengobatan

 

Pemeriksaan penunjang

Jika kamu konsulltasi ke dokter, kemungkinan ada beberapa rangkaian pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab menstruasi yang berlebihan. Hal pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya anemia. Pemeriksaan lain bisa saja dilakukan, misalnya Pap smear, USG rahim, sonohysterography, histerokopi, dan sebagainya.

 

Mencegah dan mengatasi anemia

Anemia akibat kekurangan zat besi saat menstruasi dapat dicegah, diminimalisasi atau diatasi. Caranya dengan mengonsumsi obat anemia oral yang mengandung zat besi disertai dengan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi. Makanan seperti daging merah, seafood, kacang-kacangan, sayuran hijau, kismis, tahu, telur, hati sapi dan gandum utuh merupakan sumber zat besi. Selain itu untuk membantu penyerapan zat besi, konsumsi vitamin C, yang bisa kamu peroleh dari buah-buahan atau sayuran.

Untuk mengatasi defisiensi zat besi laten dan anemia defisiensi zat besi,  kamu dapat mengonsumsi Maltofer® sesuai aturan pakai. Maltofer® mengandung IPC atau Iron Polymaltosa Complex, yang diserap oleh tubuh melalui mekanisme alami.

 

Referensi:

 

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Makanan Kaya Zat Besi untuk Balita

Kebutuhan zat besi tiap orang berbeda-beda sesuai dengan usia dan jenis kelamin. Kebutuhan zat besi bayi usia 7-11 bulann adalah 7 mg/hari dan meningkat menjadi 8-10 mg/hari pada usia 1-9 tahun. Zat besi adalah mineral penting  pada hemoglobin. Hemoglobin ditemukan dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Sangat ...

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Kecerdasan dan Perilaku Anak

Tahukah Bunda? Anemia defisiensi zat besi (ADB) ternyata tidak hanya mengakibatkan seseorang mengalami lemah, lesu, letih, namun juga menyebabkan gangguan fungsi kognitif pada anak.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

10 Tanda Gejala Anemia Defisiensi Zat Besi

Siapapun dapat mengalami anemia defisiensi zat besi, baik laki-laki atau perempuan, anak-anak maupun dewasa. Kondisi anemik yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan serius.

0