Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Manfaat Bila Zat Besi Kamu Tercukupi

Pastikan zat besi dalam tubuhmu mencukupi, karena elemen yang satu ini ternyata sarat manfaat

Zat besi adalah mineral penting dalam pembentukan darah. Sekitar 70% zat besi tubuh ditemukan dalam sel darah merah yang disebut hemoglobin. Hemoglobin berfungsi mentransfer oksigen dalam darah, dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. 

Sekitar 6% zat besi tubuh merupakan komponen protein tertentu, yang penting untuk respirasi dan metabolisme energi, serta sebagai komponen enzim yang terlibat dalam beberapa mekanisme tubuh. Zat besi juga berperan dalam fngsi kognitif dan sistem kekebalan tubuh. 

Menelisik manfaat zat besi

Zat besi adalah salah satu jenis mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, juga merupakan bagian dari semua sel yang ada di dalam tubuh. Mari kita simak, fungsi dari zat besi bagi tubuh kita.

1. Membawa oksigen ke seluruh tubuh

Hemoglobin membawa oksigen dari paru-paru dan mendistribusikan ke seluruh tubuh untuk memberikan energi pada tubuh. Hemoglobin kemudian membawa zat karbondioksida yang terdapat dalam jaringan tubuh, untuk dibuang ke udara melalui paru-paru. Dengan demikian, hemoglobin berfungsi mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida yang merupakan sisa pembakaran.

2. Membantu mencegah anemia

Ketika simpanan besi habis, kondisi ini disebut penipisan zat besi. Penurunan lebih lanjut dapat disebut eritropoiesis defisiensi besi dan berujung pada kondisi anemia defisiensi besi (ADB). Kehilangan darah adalah penyebab paling umum dari ADB. Pada wanita yang sedang menstruasi, sering menyebabkan peningkatan kebutuhan zat besi. Penyebab lain adalah perdarahan saluran pernapasan yang juga meningkatkan kebutuhan zat besi. Karena itu, tubuh membutuhkan kadar hemoglobin yang cukup, karena zat besi yang terkandung di dalamnya mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi. Ini akan mencegah terjadinya ADB.

3. Membantu menjaga sistem kekebalan tubuh

Zat besi diperlukan untuk proliferasi dan pematangan sel-sel kekebalan tubuh, terutama limfosit, yang membantu tubuh untuk tetap sehat. Tingkat zat besi yang lebih rendah dapat berkontribusi pada peningkatan risiko sistem kekebalan tubuh terganggu dan rentan sakit.

4. Berkontribusi pada fungsi kognitif

Zat besi berperan penting dalam mempertahankan fungsi kognitif normal. Fungsi kognitif meliputi fungsi otak seperti memori, konsentrasi, kewaspadaan, pembelajaran, kecerdasan, bahasa, dan pemecahan masalah. Mempertahankan tingkat zat besi yang cukup dalam tubuh membantu kita untuk memastikan otak bekerja sebaik mungkin. Dan kamu tidak harus bergantung pada seteguk kafein di pagi hari!

Pastikan tercukupi

Tanpa sel darah merah yang sehat, tubuh tidak bisa mendapatkan cukup oksigen. Akibatnya, tubuh kita mudah menjadi letih dan lelah. Keletihan itu dapat memengaruhi segalanya mulai dari fungsi otak kita hingga kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. Jika ibu hamil kekurangan zat besi maka dapat meningkatkan risiko bayi lahir terlalu dini, atau lebih kecil dari normal. Zat besi juga diperlukan untuk menjaga sel-sel, kulit, rambut, dan kuku yang sehat.

Mengingat demikian pentingnya kebutuhan zat besi di dalam tubuh kita. Ayo segera cukupi kebutuhan zat besi dengan Maltofer, suplementasi zat besi oral untuk mencukupi kebutuhan zat besi pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Banyak orang mengalami defisiensi zat besi karena tidak mendapatkan zat besi yang cukup dari asupan makanan yang dikonsumsi, sehingga kadar zat besi dalam tubuh menjadi rendah. Maltofer terbukti secara klinis memperbaiki kadar zat besi dengan efek samping minimal.

Referensi:

https://www.ucsfhealth.org/education/hemoglobin_and_functions_of_iron/
https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/features/iron-supplements#1
https://manfaat.co.id/manfaat-zat-besi
https://www.spatone.com/en/about-iron/the-role-of-iron-in-the-body
http://maltofer.combiphar.com/tentang

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Jenis Anemia pada Ibu Hamil, Dampaknya, dan Cara Mengatasinya

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin rendah (protein kaya zat besi yang berperan atas warna sel darah merah) atau karena tubuh kehilangan banyak darah.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

10 Tanda Gejala Anemia Defisiensi Zat Besi

Siapapun dapat mengalami anemia defisiensi zat besi, baik laki-laki atau perempuan, anak-anak maupun dewasa. Kondisi anemik yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan serius.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Kecerdasan dan Perilaku Anak

Tahukah Bunda? Anemia defisiensi zat besi (ADB) ternyata tidak hanya mengakibatkan seseorang mengalami lemah, lesu, letih, namun juga menyebabkan gangguan fungsi kognitif pada anak.

0