Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Makanan Penambah Asupan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan secara keseluruhan karena kurangnya pasokan oksigen di dalam darah. Hindari kondisi ini dengan memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh

Kekurangan zat besi (Fe) menyebabkan tubuh kekurangan materi pembentuk hemoglobin di dalam sel darah merah. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dan mengantarkannya ke seluruh tubuh, termasuk organ-organ vital. Jika kondisi kekurangan zat besi ini dibiarkan, maka dapat menyebabkan penderitanya mengalami anemia.

Makanan dengan kandungan zat besi tinggi

Ketika kita sudah didiagnosis menderita anemia defisiensi besi, ada beberapa sumber makanan yang dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan mengembalikan keseimbangan sel darah merah dalam tubuh. Dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, diharapkan jumlah sel darah merah pun akan kembali normal.

Apa saja makanan yang mengantung zat besi tinggi tersebut? Berikut adalah beberapa diantaranya:

  • Daging-dagingan: daging merah, daging ayam, hati ayam atau sapi.
  • Makanan laut: ikan, cumi-cumi, kerang, dan udang.
  • Kacang-kacangan: kacang tanah, kacang merah, dan kacang polong.
  • Sayuran hijau: sawi, bayam, dan kangkung.
  • Buah kering: kismis dan aprikot.
  • Pasta, roti dan serealia, tentunya yang sudah diperkaya dengan zat besi.

Selain itu, konsumsi juga makanan yang mengandung vitamin C tinggi karena mengonsumsi makanan kaya vitamin C bersamaan dengan makanan tinggi zat besi dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Makanan yang tinggi vitamin C tersebut antara lain brokoli, sayuran hijau, jeruk, jambu, manga, kiwi, pepaya, anggur, melon, stroberi, dan tomat.

Makanan yang perlu dihindari

Selain itu, ketika kita sedang menambah jumlah zat besi dalam darah, hendaknya menghindari zat-zat yang bisa menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Salah satunya adalah tanin, zat yang banyak ditemukan pada teh dan kopi. Karena itu, hindari untuk minum teh atau kopi ketika mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, karena dapat mengganggu proses penyerapan zat besi. Batasi juga konsumsi kopi dan teh setiap hari agar tidak berlebihan.

Mengonsumsi suplemen zat besi

Sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh, dokter sering menyarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi. Konsumsilah suplemen zat besi yang sedikit menimbulkan efek samping bagi tubuh. Maltofer® terbukti secara klinis memperbaiki kadar zat besi dengan efek samping yang jarang dan minimal dibandingkan sediaan suplemen zat besi lain.

Zat besi yang dikandung Maltofer® adalah Iron Polymaltosa Complex (IPC) yang merupakan senyawa larut air yang diserap secara aktif dan terkontrol oleh tubuh sehingga tubuh hanya menyerap zat besi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Oleh karena penyerapan zat besi yang efektif, efek samping yang disebabkan karena kelebihan zat besi seperti konstipasi dan mual jarang terjadi dan minimal dibandingkan dengan suplemen zat besi lainnya.

Berkonsultasilah dengan dokter saat akan mengonsumsi suplemen zat besi.

Referensi:

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Jenis Anemia pada Ibu Hamil, Dampaknya, dan Cara Mengatasinya

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin rendah (protein kaya zat besi yang berperan atas warna sel darah merah) atau karena tubuh kehilangan banyak darah.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Makanan Penambah Asupan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan secara keseluruhan karena kurangnya pasokan oksigen di dalam darah. Hindari kondisi ini dengan memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Efek Buruk Kelebihan Zat Besi Dalam Tubuh

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan kondisi anemia pada tubuh kita. Namun kelebihan zat besi juga ternyata dapat menyebabkan kondisi yang tak kalah buruknya.

0