Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Kelainan Akibat Kelebihan Zat Besi

Hemokromatosis adalah kelainan metabolisme yang menyerang lebih dari 1 juta orang Amerika. Kondisi ini nyata, biasa dan terkait genetik

Zat besi adalah nutrisi penting yang ditemukan dalam banyak makanan. Zat besi membawa oksigen (dalam hemoglobin) ke seluruh bagian tubuh. Biasanya, manusia menyerap sekitar 8-10% zat besi dari makanan yang dikonsumsi. Namun orang dengan hemokromatosis (kelebihan zat besi) dapat menyerap zat besi empat kali lebih banyak dari orang normal kelebihan zat besi ini oleh tubuh disimpan pada organ-organ penting seperti hati, jantung, pancreas, persendian, dan hipofisis. Jika kelebihan zat besi ini tidak diatasi maka dapat mengganggu organ-organ tersebut dan menimbulkan penyakit, sehingga hemokromatosis yang tidak diterapi dapat berakibat fatal bagi penderitanya.

Hemokromatosis primer

Hemokromatosis primer bersifat herediter atau diturunkan dalam keluarga. Jika Anda memiliki dua gen pembawa—satu dari ibu dan satu dari ayah, maka Anda memiliki risiko tinggi menderita hemokromatosis.

Hemokromatosis sekunder

Hemokromatosis sekunder terjadi karena adanya gangguan kesehatan, misalnya jenis anemia tertentu, penyakit hati, banyak mendapat transfusi darah.

Hemokomatosis neonatal

Selain dua jenis hematokromasis tersebut, ada satu kondisi lagi yang disebut hemokromatosis neonatal, yakni kelebihan zat besi pada bayi yang baru lahir. Akibatnya, zat besi terkumpul di hati.

Hemokromatosis neonatal disebabkan oleh penyakit hati janin yang parah. Pada kasus yang parah menyebabkan bayi lahir meninggal. Sedangkan bayi yang lahir hidup biasanya menunjukkan gejala dalam 48 jam setelah dilahirkan. Namun, pada beberapa kasus, bayi tidak terlalu terpengaruh dibandingkan yang lain.

Apa gejalanya?

Hampir setengah dari orang dengan hemokromatosis tidak merasakan gejala apa pun. Pada pria, gejalanya cenderung muncul antara usia 30- 50 tahun. Sementara, wanita seringkali tidak menunjukkan gejala apapun sampai mereka berusia di atas 50 atau melewati periode menopause. Hal tsb kemungkinan terjadi karena wanita sering kehilangan zat besi ketika menstruasi dan melahirkan.

Maltofer® mengandung Iron Polymaltosa Complex (IPC) yang mempunyai struktur mirip dengan ferritin sehingga zat besi diserap melalui mekanisme alami sehingga tubuh dapat menyerap zat besi sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Kenali Gejala Hemokromatosis

  • Nyeri di persendian, terutama buku-buku jari
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Kulit berwarna perunggu atau abu-abu
  • Nyeri di perut
  • Hilangnya gairah seks
  • Rambut rontok
  • Jantung berdebar

Referensi:

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Penyebab dan Gejala Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat terjadi pada siapa saja. Saat kondisi ini terjadi, tubuh dapat mengalami anemia defisiensi zat besi yang menyebabkan berbagai gejala yang khas.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Jenis Anemia pada Ibu Hamil, Dampaknya, dan Cara Mengatasinya

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin rendah (protein kaya zat besi yang berperan atas warna sel darah merah) atau karena tubuh kehilangan banyak darah.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Pentingnya Zat Besi Bagi Wanita Aktif dan Ibu Hamil

Defisiensi zat besi dapat mengakibatkan kondisi kesehatan yang buruk, terutama pada ibu hamil.

0