Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Kebutuhan Zat Besi bagi Lanjut Usia

Besi merupakan mineral penting yang terdapat pada sel darah merah. Peran sel darah merah adalah “sel pengangkut” oksigen tubuh Anda. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, di mana kondisi tubuh Anda tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat. Gejala umum anemia paling sering ditemui adalah kelelahan. Zat besi banyak dikandung pada sumber protein hewani, ...

Besi merupakan mineral penting yang terdapat pada sel darah merah. Peran sel darah merah adalah “sel pengangkut” oksigen tubuh Anda. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, di mana kondisi tubuh Anda tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat. Gejala umum anemia paling sering ditemui adalah kelelahan.
Zat besi banyak dikandung pada sumber protein hewani, seperti daging sapi, daging ayam, hati sapi, dan beberapa sayuran berdaun hijau. Tubuh menggunakan zat besi untuk dijadikan hemoglobin dalam darah. Hemoglobin digunakan tubuh untuk transportasi oksigen dan makanan ke berbagai jaringan.
Selain itu, zat besi juga berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Zat besi juga merupakan fasilitator untuk mengatur suhu tubuh. Kemampuan otak dan otot untuk bekerja juga dipengaruhi oleh kadar zat besi yang dimiliki oleh tubuh kita. Karena itu, asupan zat besi sangat penting bagi manusia, baik yang muda maupun tua.
Namun, saat seseorang memasuki lansia, mereka umumnya tidak cukup hanya mendapatkan zat besi dari makanan saya. Hal ini terjadi karena berkurangnya kemampuan mereka untuk menyerap lebih sedikit zat besi.
Karena itu, sangat disarankan bagi lansia untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi secara rutin, dan lebih baik memilih makanan yang memiliki asupan zat besi yang tinggi, seperti bayam, daging merah, kacang merah, tomat, dan telur.

Untuk Anda yang sudah mengkonsumsi makanan tinggi zat besi namun masih dirasa kurang, Maltofer dapat menjadi terapi pencegahan defisiensi zat besi dengan memenuhi kebutuhan zat besi untuk orang lanjut usia, dan mengatasi defisiensi zat besi serta gejala anemia defisiensi besi.

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Bahaya Anemia Saat Menstruasi Pada Remaja Putri

Jika kamu seorang remaja putri, kamu membutuhkan zat besi yang cukup besar. Saat menstruasi, kamu kehilangan zat besi yang signifikan, yang dapat berujung pada anemia. Efeknya? Kamu jadi tidak fokus belajar, kurang konsentrasi dan daya pikir menurun.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

10 Tanda Gejala Anemia Defisiensi Zat Besi

Siapapun dapat mengalami anemia defisiensi zat besi, baik laki-laki atau perempuan, anak-anak maupun dewasa. Kondisi anemik yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan serius.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Cara Mengetahui Kekurangan Zat Besi

Kelelahan yang tidak biasa dengan disertai rasa lemas dan kurang konsentrasi bisa menjadi gejala anemia defisiensi zat besi. Untuk membedakan dengan gejala penyakit lain, yuk kita kenali lebih jauh gejala yang timbul saat tubuh mengalami anemia defisiensi besi

0