Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Jenis Anemia pada Ibu Hamil, Dampaknya, dan Cara Mengatasinya

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin rendah (protein kaya zat besi yang berperan atas warna sel darah merah) atau karena tubuh kehilangan banyak darah.

Anemia pada Ibu Hamil

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin rendah (protein kaya zat besi yang berperan atas warna sel darah merah) atau karena tubuh kehilangan banyak darah. Kondisi anemia lebih sering terjadi pada kehamilan daripada saat normal.  

Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang dan hidup hingga empat bulan. Kekurangan sel darah merah terjadi karena produksi sel darah tidak mencukupi. Tubuh membutuhkan zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang dalam jumlah cukup untuk menghasilkan sel darah. Kekurangan salah satu komponen ini  dapat menyebabkan anemia.

Anemia pada masa kehamilan adalah masalah yang  sering terjadi. Tapi anemia pada ibu hamil sebaiknya segera diperiksakan ke dokter kandungan, karena anemia akan mengganggu kesehatan  ibu dan janin dalam kandungan. Anemia seringkali diabaikan karena dianggap sepele dan bisa sembuh dengan sendirinya. Meskipun sering dialami oleh sebagian perempuan yang sedang hamil, tapi bukan berarti anemia bisa diabaikan.

Jenis anemia yang umum terjadi pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

1. Anemia defisiensi zat besi

Seperti yang telah diuraikan di atas, anemia pada ibu hamil paling sering disebabkan karena  kekurangan zat besi. Anemia ini disebut dengan anemia defisiensi zat besi.

Penyebab utama dari anemia jenis ini adalah kurang asupan  kaya zat besi, sejak dari sebelum dan semasa hamil. Namun, mendapatkan asupan zat besi dari makanan saja tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anda sepanjang kehamilan.

2. Anemia defisiensi asam folat

Anemia defisiensi asam folat terjadi ketika tubuh kekurangan asupan asam folat (vitamin B9) dari makanan. Anemia jenis ini juga bisa terjadi akibat gangguan penyerapan dalam tubuh karena  tidak dapat menyerap asam folat secara efektif sebagaimana mestinya. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan pencernaan, seperti penyakit Celiac.

3. Anemia defisiensi vitamin B12

Vitamin B12 diperlukan tubuh untuk membantu produksi sel darah merah. Jika ibu hamil kurang mengonsumsi makanan tinggi vitamin B12, maka gejala anemia bisa muncul. 

Gangguan pencernaan seperti penyakit Celiac dan Crohn  dapat mengganggu kerja tubuh dalam menyerap vitamin B12 dengan baik. Selain itu, kebiasaan minum alkohol saat hamil juga dapat menyebabkan anemia defisiensi vitamin B12.

Gejala Anemia selama Kehamilan
 
Anemia ringan tidak memperlihatkan gejala apapun. Kelelahan umum terjadi selama kehamilan. Tetapi anemia sedang hingga berat memiliki gejala-gejala sebagai berikut:
 
– Pusing
– Sesak napas
– Sakit kepala
– Palpitasi atau denyut jantung yang lebih cepat, jantung berdebar-debar.
– Kulit pucat
– Kurang konsentrasi dan lekas marah

– Kram kaki
– Tangan dan kaki dingin
– Bibir, rongga mulut, dan kelopak mata bagian dalam lebih pucat
– Lidah mengkilap
– Pecah di sudut mulut
– Kuku berbentuk sendok, mudah patah
– Mengidam non-makanan (pica),mis: es, tanah, dll

Untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sebaiknya ibu  memperhatikan beberapa hal di atas. Selalu penuhi nutrisi/asupan asam folat, zat besi dan vitamin B12. Caranya adalah dengan rajin mengonsumsi daging merah, sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kacang-kacangan dan telur.

Maltofer® Fol Tablet Kunyah dapat dikonsumsi untuk mengobati defisiensi zat besi laten dan anemia defisiensi zat besi, dan untuk pencegahan defisiensi zat besi dan asam folat pada masa sebelum, selama, dan setelah masa kehamilan, serta selama masa menyusui.

https://www.medcom.id/rona/kesehatan/VNnDra2k-tiga-jenis-anemia-saat-hamil-dan-pengobatannya
https://www.popmama.com/pregnancy/third-trimester/novyagrina/macam-anemia-pada-ibu-hamil-dan-dampak-buruknya
https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/penyebab-anemia-pada-ibu-hamil/

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Cara Mengetahui Kekurangan Zat Besi

Kelelahan yang tidak biasa dengan disertai rasa lemas dan kurang konsentrasi bisa menjadi gejala anemia defisiensi zat besi. Untuk membedakan dengan gejala penyakit lain, yuk kita kenali lebih jauh gejala yang timbul saat tubuh mengalami anemia defisiensi besi

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Jenis Anemia pada Ibu Hamil, Dampaknya, dan Cara Mengatasinya

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin rendah (protein kaya zat besi yang berperan atas warna sel darah merah) atau karena tubuh kehilangan banyak darah.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Kebutuhan Zat Besi bagi Lanjut Usia

Besi merupakan mineral penting yang terdapat pada sel darah merah. Peran sel darah merah adalah “sel pengangkut” oksigen tubuh Anda. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, di mana kondisi tubuh Anda tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat. Gejala umum anemia paling sering ditemui adalah kelelahan. Zat besi banyak dikandung pada sumber protein hewani, ...

0