Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Efek Buruk Kelebihan Zat Besi Dalam Tubuh

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan kondisi anemia pada tubuh kita. Namun kelebihan zat besi juga ternyata dapat menyebabkan kondisi yang tak kalah buruknya.

Ingat dengan pepatah, ‘Apapun yang berlebihan itu tidak baik’? Nah, begitu juga dengan kelebihan zat besi (Fe) di dalam tubuh. Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin yang merupakan komponen dari sel darah merah, yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Namun demikian, kelebihan zat besi (iron overload) dapat menyebabkan keracunan zat besi (iron toxicity/poisoning) yang tentunya buruk bagi kesehatan. Yuk, kita cari tahu lebih jauh mengenai kelebihan zat besi dan cara pencegahannya.

Hal-hal yang dapat menjadi penyebabnya

Walaupun kelebihan zat besi memang tidak sering terjadi, namun kita tetap harus mewaspadainya karena dalam beberapa kondisi yang akut dapat membahayakan jiwa. Ada beberapa kemungkinan penyebab kondisi kelebihan zat besi, berikut diantaranya:

1. Asupan zat besi yang tinggi (melebihi kebutuhan harian) secara berulang, bahkan bertahun-tahun.

Misalnya pada penderita anemia yang harus mengonsumsi suplemen zat besi dalam jangka waktu lama atau minum air yang ternyata memiliki kandungan zat besi yang tinggi. Kelebihan zat besi dialami secara bertahap (gradual) dan kondisi tersebut masuk dalam kategori kelebihan zat besi kronis (menahun).

Kelebihan zat besi kronis menyebabkan penumpukan zat besi di beberapa organ tubuh kita seperti hati, pankreas dan jantung.Penumpukan zat besi di hati dapat menyebabkan pengerasan hati atau sirosis, penumpukan di pankreas dapat menyebabkan diabetes, dan penumpukan di jantung dapat menyebabkan aritmia (detak jantung tak beraturan) dan gangguan lainnya.

2. Keadaan yang sifatnya insidental.

Kelebihan zat besi dalam satu waktu dengan jumlah yang cukup besar dapat mengakibatkan efek yang lebih fatal. Contohnya jika seorang anak tak sengaja menelan pil suplemen zat besi untuk ibu hamil, atau pasien yang mengalami kecelakaan atau operasi dan harus menerima transfusi darah dalam jumlah yang cukup banyak. Kondisi ini masuk dalam kategori kelebihan zat besi akut.

Dalam kelebihan zat besi akut, kondisi penderita dari normal ke parah terjadi secara cepat sehingga penderita dapat mengalami koma hanya dalam hitungan jam. Jika tidak segera dilakukan tindakan darurat untuk mengurangi zat besi dalam darah, penderita dapat mengalami kematian.

2. Pembentukan zat kimia penunjang kerja otak (neurotransmiter) terhambat

Sel saraf diatur oleh zat kimia yang disebut neurotransmiter dan kekurangan zat besi dapat menghambat produksinya. Zat besi berperan dalam pembentukan neurotransmiter dopamine, akibatnya anak yang kekurangan dopamine akan memperlihatkan perilaku hiperaktif.

3. Kelainan genetik yang dikenal sebagai hemochromatosis

Kondisi dimana seseorang memiliki gangguan dalam saluran cerna sehingga tubuhnya akan menyerap zat besi dari makanan secara berlebihan. Penderita kelainan ini harus selalu mengontrol asupan zat besinya, tidak minum vitamin C bersama dengan makanan yang kaya akan zat besi (karena vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi), dan disarankan secara rutin untuk mendonorkan darahnya.

Gejala kelebihan zat besi

Sama dengan kekurangan zat besi, kelebihan zat besi memang akan memberikan efek yang negatif bagi tubuh kita. Bahkan beberapa gejala kekurangan zat besi juga dapat ditemukan pada kasus kelebihan zat besi. Berikut adalah beberapa gejala yang umum terjadi:

• Demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi
• Munculnya masalah pencernaan. Zat besi dapat melukai dinding dalam usus atau saluran cerna lainnya hingga terluka. Itu sebabnya penderita kelebihan zat besi dapat merasa mual, muntah, sembelit, sakit perut, diare, dan lainnya. Pada kasus kelebihan zat besi akut, penderita bahkan dapat mengalami muntah darah.
• Detak jantung tidak teratur (aritmia), selalu mengantuk dan merasa lelah
• Masalah kulit seperti gatal, ruam, pucat dan sering berkeringat
• Tanda lainnya yang dapat kita lihat adalah terjadinya perubahan warna pada gigi, bibir, telapak tangan dan kuku yang membiru atau menjadi kusam.
• Rambut mengalami kerontokan melebihi batas normal
• Pembengkakan mulut atau tenggorokan
• Darah mudah membeku

Agar tak terjadi kelebihan zat besi

Ada beberapa cara yang disarankan oleh para ahli untuk mencegah terjadinya kelebihan zat besi, yaitu:

• Mengurangi asupan zat besi dari makanan yang tinggi zat besi seperti daging-dagingan. Namun sebaiknya hal ini tidak dilakukan hanya berdasarkan gejala, pastikan dahulu kondisi Anda ke dokter.
• Menghindari minum vitamin C bersamaan dengan makanan yang kaya akan zat besi. Hal ini karena vitamin C berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi ke dalam darah sehingga justru akan menambah jumlah zat besi dalam darah.
• Tidak menggunakan alat masak yang berbahan besi karena elemen zat besi dari alat-alat tersebut dapat masuk ke makanan dan akhirnya ke dalam tubuh.
• Menjauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak agar tidak terjadi insiden yang tak diinginkan.
• Mengonsumsi suplemen zat besi sesuai petunjuk dokter.

Maltofer® , salah satu suplemen zat besi oral dengan senyawa IPC (Iron Polymaltosa Complex) yang diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tubuh hanya menyerap zat besi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Selain penyerapan yang efektif, efek samping yang muncul pun jarang terjadi dan minimal. Dengan demikian, Maltofer® dapat dikonsumsi berbarengan dengan makanan dan minuman lainnya seperti teh atau susu.

Oleh karena itu, pastikan Maltofer® tersedia di rumah. Maltofer® adalah suplemen zat besi oral mencukupi kebutuhan zat besi (Fe), yang dapat diberikan untuk anak-anak, remaja, dewasa, juga ibu hamil dan menyusui. Maltofer® tersedia dalam bentuk sirup, tablet kunyah dan drops.

Referensi:

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Susu Penyebab Anemia, Mitos atau Fakta?

Kita kerap dihadapkan dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat, salah satunya anggapan bahwa minum susu dapat memicu terjadinya anemia. Ayo ketahui faktanya…

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Cara Mengetahui Kekurangan Zat Besi

Kelelahan yang tidak biasa dengan disertai rasa lemas dan kurang konsentrasi bisa menjadi gejala anemia defisiensi zat besi. Untuk membedakan dengan gejala penyakit lain, yuk kita kenali lebih jauh gejala yang timbul saat tubuh mengalami anemia defisiensi besi

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Manfaat Bila Zat Besi Kamu Tercukupi

Pastikan zat besi dalam tubuhmu mencukupi, karena elemen yang satu ini ternyata sarat manfaat

0