Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Bahaya Anemia Saat Menstruasi Pada Remaja Putri

Jika kamu seorang remaja putri, kamu membutuhkan zat besi yang cukup besar. Saat menstruasi, kamu kehilangan zat besi yang signifikan, yang dapat berujung pada anemia. Efeknya? Kamu jadi tidak fokus belajar, kurang konsentrasi dan daya pikir menurun.

Masa remaja merupakan masa di mana pertumbuhan terjadi dengan cepat, kebutuhan gizi pada masa ini pun ikut meningkat, salah satunya zat besi. Zat besi dibutuhkan pada semua sel tubuh dan merupakan dasar dalam proses fisiologis, antara lain pembentukan hemoglobin/Hb (sel darah merah) dan fungsi enzim. Hemoglobin adalah bagian utama sel darah merah yang mengikat oksigen. Jika kamu kekurangan sel darah merah maka sel-sel di dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen.

Perempuan lebih banyak membutuhkan zat besi dibanding laki-laki. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), remaja putri usia 13 tahun hingga usia 18 tahun rata-rata membutuhkan zat besi 26mg. Ini jauh lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Mengapa? Pada perempuan, zat besi tidak hanya digunakan untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga sebagai pengganti zat besi yang hilang melalui darah yang keluar setiap menstruasi. Itu sebabnya perempuan berisiko mengalami kekurangan zat besi, yang nantinya dapat berkembang menjadi anemia.

Anemia masih menjadi ancaman

Anemia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Prevalensi kejadiaan anemia pada remaja putri di Indonesia masih tergolong tinggi, yakni sebesar 22,7%. Anemia atau kekurangan sel darah merah dapat terjadi pada siapa saja. Sering merasa pusing, letih, dan lesu adalah ciri khas gejala anemia. Penyakit ini terjadi karena kekurangan zat besi dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari dan pada remaja putri dapat terjadi karena proses menstruasi.

Jika terkena anemia, bukan hanya kesehatan yang terganggu, namun juga berimbas kemana-mana. Anemia bisa menyebabkan kamu tidak fokus dalam belajar dan daya pikir menurun. Bahkan bila tidak teratasi dengan baik, dapat menyebabkan kecerdasan menurun.

Faktor Risiko Anemia

Remaja tengah berada dalam fase pertumbuhan yang cepat, karenanya membutuhkan nutrisi yang cukup. berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia.

• Kekurangan asupan makanan yang mengandung zat besi atau makanan sumber vitamin C
• Melakukan diet yang membatasi asupan kalori
• Sering melewatkan waktu makan
• Melakukan olahraga yang terlalu berat
• Kehilangan banyak darah saat menstruasi

Apa akibatnya jika kamu anemia?

Jika tidak diatasi, anemia dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, antara lain;

• Terganggunya pertumbuhan dan perkembangan
• Terganggunya fungsi kognitif, tidak fokus dalam belajar
• Kamu merasa sering lelah dan tidak dapat menyelesaikan tugas sehari-hari
• Tubuh menjadi rentan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh menurun
• Saat hamil kelak, lebih rentan mengalami komplikasi, misalnya kelahiran prematur
• Masalah jantung. Kondisi anemia dapat memicu detak jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur (aritmia). Kondisi anemia dapat menyebabkan jantung harus memompa darah lebih banyak untuk mengkompensasi kekurangan oksigen dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan jantung membesar atau gagal jantung.

Nah, tidak sepele bukan? Oleh karena itu, jika kamu remaja yang enerjik dan ingin terus mengukir karya dan prestasi, pastikan kebutuhan zat besi kamu terpenuhi!

Yuk, cegah anemia!

Sebelum anemia mengganggu kesehatanmu, lakukan pencegahan. Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah, tetapi anemia defisiensi besi dan anemia defisiensi vitamin dapat dihindari dengan diet yang mencakup berbagai vitamin dan nutrisi, antara lain;

• Zat besi. Makanan kaya besi termasuk daging sapi, hati, kacang-kacangan, lentil, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau gelap, dan buah kering.
• Folat. Dapat ditemukan dalam buah-buahan dan jus buah, sayuran berdaun hijau gelap, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, dan produk biji-bijian yang difortifikasi seperti; roti, sereal, pasta dan nasi.
• Vitamin B12. Makanan kaya vitamin B12 termasuk daging, produk susu, dan sereal dan produk kedelai yang difortifikasi.
• Vitamin C. Makanan kaya vitamin C seperti jeruk, paprika, brokoli, tomat, melon dan stroberi, dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
• Cukupi kebutuhan zat besi tubuh dengan mengonsumsi Maltofer®. Maltofer® adalah suplemen zat besi yang dapat diberikan untuk anak-anak, remaja, dewasa, juga ibu hamil dan menyusui. Maltofer® tersedia dalam bentuk sirup, tablet kunyah dan drops.

Referensi:

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Makanan Penambah Asupan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan secara keseluruhan karena kurangnya pasokan oksigen di dalam darah. Hindari kondisi ini dengan memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Kebutuhan Zat Besi bagi Lanjut Usia

Besi merupakan mineral penting yang terdapat pada sel darah merah. Peran sel darah merah adalah “sel pengangkut” oksigen tubuh Anda. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, di mana kondisi tubuh Anda tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat. Gejala umum anemia paling sering ditemui adalah kelelahan. Zat besi banyak dikandung pada sumber protein hewani, ...

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Pentingnya Zat Besi Pada Anak

Bila si kecil sering terlihat lesu, cermati kemungkinan ia mengalami defisiensi zat besi.

0