Pentingnya Zat Besi Sejak Masa Kehamilan! Ini Alasannya!

Periode emas untuk menghasilkan generasi emas ada pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Itu sebabnya, Moms perlu memenuhi asupan nutrisi dan gizi lengkap di masa ini. Salah satu nutrisi yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak, mulai dari dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun adalah zat besi. 

Apa saja yang harus diperhatikan dalam proses pemenuhan kebutuhan zat besi harian demi menghasilkan generasi emas? Yuk cek tips berikut ini.

Manfaat Zat Besi

Zat besi (Fe) memiliki peranan penting dalam pembentukan sel darah merah dan menghasilkan hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Selain itu, zat besi juga berperan dalam membentuk mioglobin, pembentukan kolagen, enzim, dan membantu menjaga daya tahan tubuh, baik bagi ibu, maupun bagi janin yang dikandungnya. 
Selama masa kehamilan, Moms membutuhkan kurang lebih 800 mg zat besi, yang mana 500 mg untuk proses pembentukan hemoglobin selama masa kehamilan, dan 300 mg untuk asupan nutrisi yang mendukung tumbuh kembang janin. Sayangnya menurut data dari WHO, masih ada lebih dari 40% ibu hamil yang mengalami kekurangan zat besi. 
Padahal, kekurangan zat besi bisa mengakibatkan anemia, risiko kematian bayi dalam kandungan atau setelah dilahirkan, pendarahan, bahkan bisa mengganggu tumbuh kembang anak setelah dilahirkan. 

Tips Memenuhi Kebutuhan Zat Besi pada 1000 HPK
  1. Sejak hari pertama kehamilan, upayakan Moms mendapatkan asupan zat besi yang cukup. Pemenuhan zat besi bisa melalui berbagai jenis makanan yang mengandung zat besi, seperti daging, ikan salmon, udang, tuna, bebek, sereal, kacang-kacangan, dan berbagai sayur dan buah.
  2. Pemenuhan kebutuhan zat besi harian juga harus terus dilakukan tiga bulan pasca melahirkan atau selama masa menyusui. 
  3. Cari tahu dosis harian zat besi bagi ibu hamil dan menyusui. Menurut referensi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kebutuhan zat besi ibu hamil kurang lebih 800 mg. 
  4. Waspadai gejala anemia kekurangan zat besi pada ibu dan bayi, seperti kulit, bibir dan kuku pucat, kelelahan berlebihan, tangan dan kaki dingin, detak jantung tak beraturan, dan sebagainya. Kemudian, segera penuhi kebutuhan zat besi harian ya, Moms. Jangan ditunda-tunda lagi. 
  5. Cara mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi terutama golongan sayuran, bagusnya dibarengi dengan konsumsi vitamin C. Hal ini karena vitamin C bisa membantu penyerapan zat besi dengan lebih baik. 
Rutin memeriksakan diri ke pusat kesehatan masyarakat atau ke dokter bisa membantu Moms untuk mengetahui lebih cepat risiko terjadinya defisiensi zat besi. Selain itu, selalu sedia produk sediaan zat besi di rumah juga bagus, untuk memastikan kebutuhan harian zat besi terpenuhi.

Refrensi:
    https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/prenatal/mengapa-ibu-hamil-sangat-perlu-zat-besi/
    https://www.halodoc.com/artikel/kekurangan-zat-besi-saat-hamil-ketahui-dampak-yang-bisa-terjadi
    https://www.nutriclub.co.id/article-kehamilan/nutrisi/gizi/penuhi-kebutuhan-zat-besi-ibu-hamil
    https://id.theasianparent.com/kekurangan-zat-besi-pada-ibu-hamil
    https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-konsumsi-tablet-fe-bagi-ibu-hamil