Nutrisi Penting untuk Cegah Stunting selama 1000 HPK

Memiliki anak yang sehat dan tidak mengalami stunting sudah pasti impian semua ibu, termasuk Mom, kan? Itu makanya, Mom perlu memastikan terpenuhinya berbagai nutrisi penting selama masa kehamilan, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Apa saja nutrisi tersebut?

2 Nutrisi Penting untuk Anak Terhindar dari Stunting

    1. Asam Folat


Dalam 1000 Hari Pertama kehidupan (HPK) kualitas manusia ditentukan. Artinya, sejak awal janin mulai tumbuh di dalam tubuh, Mom, kebutuhannya akan nutrisi penting sudah harus terpenuhi agar kelak ia tumbuh jadi anak yang sehat dan tidak mengalami stunting.

Ketika Mom berencana mau hamil, ada baiknya pemenuhan kebutuhan akan asam folat sudah dilakukan, minimal 3 bulan sebelumnya, dan dilanjutkan selama masa kehamilan. Hal ini sesuai pula dengan rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) yang ditayangkan di halaman Hello Sehat, bahwa perempuan hamil sebaiknya mengkonsumsi 600-800 mikrogram asam folat selama kehamilan.

Pemenuhan kebutuhan asam folat ini demi mencegah cacat tabung saraf pada bayi, yaitu kondisi cacat lahir yang mempengaruhi perkembangan otak dan sumsum tulang belakang, serta mengurangi risiko kelahiran prematur.

Asam folat bisa didapatkan dari berbagai jenis bahan makanan yang tersedia di sekitar Mom lho, dan tidak membutuhkan biaya mahal pula karena bisa diolah sendiri di rumah. Beberapa bahan makanan yang mengandung folat, di antaranya sayuran hijau (bayam, asparagus, seledri, brokoli, buncis, lobak, selada, kacang hijau, wortel), berbagai jenis buah, mulai dari bit, jeruk, alpukat, pisang, tomat, melon, dan sebagainya. Bahkan konsumsi rutin kuning telur juga bisa membantu Mom memenuhi kebutuhan asam folat. 

    2. Zat Besi

Ketika hamil tubuh Mom butuh suplai darah dua kali lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Itulah sebabnya, dibutuhkan nutrisi yang bisa membantu tubuh memproduksi hemoglobin dengan lebih baik, salah satunya memenuhi asupan zat besi sekitar 800 mg zat besi. 

Kekurangan konsumsi zat besi dari asupan makanan harian bisa menyebabkan Ibu hamil mengalami defisiensi zat besi dan membuat Mom jadi gampang lelah dan bisa terkena anemia defisiensi besi. Untuk kondisi anemia defisiensi besi yang dibiarkan tanpa segera diatasi, risiko kelahiran bayi prematur menjadi meningkat, berat badan bayi saat lahir rendah, atau bisa pula menyebabkan depresi pada ibu sesudah persalinan. 

Nah, supaya kebutuhan zat besi terpenuhi, Mom bisa mengkonsumsi berbagai makanan yang kaya akan zat besi, seperti berbagai jenis ikan, daging merah tanpa lemak, atau daging dari unggas. Mom, bisa pula membuat variasi menu makanan harian dengan bahan dari berbagai sayuran hijau, kacang-kacangan, sereal, juga biji-bijian seperti tempe, tahu, dan olahan lainnya. 

Cara lain supaya bisa memastikan terpenuhinya asupan zat besi harian selama masa kehamilan, adalah mengkonsumsi produk sediaan zat besi yang mengandung Iron Polymaltose Complex ya, Mom!

Referensi

https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/prenatal/mencegah-stunting-pada-anak-sejak-hamil/

https://www.bkkbn.go.id/detailpost/nutrisi-lengkap-saat-hamil-untuk-cegah-anak-stunting

https://fk.ui.ac.id/infosehat/pentingnya-nutrisi-1000-hari-pertama-anak-untuk-mencegah-stunting/