Detail

Info Lengkap Kode ICD 10 Anemia dan Jenisnya

Anemia merupakan sebuah kondisi medis ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh.1,2,3 Anemia termasuk kondisi yang sangat umum3, disebutkan bahwa di Amerika Serikat saja sebanyak 3 juta orang mengalaminya.1

Sebagian besar penderita anemia adalah anak-anak, wanita terutama yang sedang mengandung dan kelompok lanjut usia.1,3 Anemia bisa menjadi penyakit yang tidak serius hingga mematikan tergantung dari penyebabnya.2

Anemia sendiri terdaftar dalam kode ICD 10 anemia. Sebagai informasi, ICD 10 adalah revisi kesepuluh dari buku International Classification of Diseases and Health Related Problems. Ini merupakan buku acuan yang dibuat oleh WHO untuk melakukan klasifikasi dan kodefikasi penyakit.4 Penyebab anemia yang berbeda dikodekan secara berbeda pula oleh kode ICD anemia. Berikut ini adalah informasi lengkapnya.

Gejala Anemia

Sebelum membahas mengenai kode ICD 10 anemia, ada baiknya membahas dulu gejala yang umum dialami ketika seseorang mengidap anemia. Secara umum, anemia memberikan gejala seperti mudah lelah, lemas, mudah tersengal-sengal, kulit pucat hingga kepala berkunang-kunang.2,3 Namun, tidak semua penderita anemia mengalami tanda-tanda ini sebab ketika kekurangan darah belum sampai level parah, terkadang gejalanya sangat kabur dan bahkan tanpa gejala. Semakin parah anemia yang dialami, gejalanya barulah semakin terlihat.2

Penyebab Anemia

Secara umum, anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan hemoglobin dapat terjadi terutama jika:2

  • Tubuh tidak mampu memproduksi sel darah merah dalam jumlah cukup.
  • Terjadi perdarahan hebat yang menyebabkan tubuh kehilangan sel darah merah lebih cepat daripada yang bisa digantikan.
  • Tubuh menghancurkan sel darah merahnya sendiri karena penyakit tertentu.

Sebenarnya, sel darah merah yang sehat bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, di bagian sumsum tulang (bone marrow). Untuk bisa membuat sel darah merah, sumsum tulang membutuhkan beberapa nutrisi seperti zat besi, vitamin B12 dan folat. Jika kebutuhan nutrisi itu tidak tercukupi maka sulit bagi tubuh untuk memenuhi kebutuhan hemoglobin.2

Jenis-Jenis Anemia

Nah, di samping penyebab umum di atas, ada penyebab spesifik yang membuat seseorang bisa mengalami anemia. Penyebab yang berbeda akan menentukan jenis anemia yang diderita. Beberapa penyebab tersebut adalah:2

  1. Anemia kekurangan zat besi. merupakan jenis anemia yang paling sering terjadi. Anemia karena kekurangan zat besi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup sehingga sumsum tulang tidak bisa bekerja dengan optimal. Kehamilan, perdarahan serta konsumsi pereda nyeri dalam jangka panjang bisa memicu anemia jenis ini.
  2. Anemia kekurangan vitamin. Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan nutrisi lain seperti folat dan vitamin B12 untuk bisa membentuk sel darah merah. Ketika kekurangan kedua nutrisi tersebut maka kemampuan tubuh memproduksi sel darah merah akan menurun sehingga memicu anemia kekurangan vitamin.
  3. Anemia inflamasi. Terjadi karena ada penyakit tertentu yang menyebabkan inflamasi dan mengganggu produksi sel darah merah. Beberapa contoh penyakit yang dimaksud adalah kanker, HIV/AIDS, dan penyakit ginjal.
  4. Anemia aplastik. Terjadi ketika tubuh tidak bisa membuat sel darah merah yang baru. Anemia jenis ini terbilang langka dan berbahaya karena mengancam nyawa. Penyebab umum anemia aplastik adalah terpapar infeksi, autoimun, atau berkontak dengan bahan kimia berbahaya.
  5. Anemia hemolitik. Merupakan jenis anemia dimana sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada sumsum tulang dapat menggantikannya. Umumnya, anemia hemolitik bersifat menurun atau degeneratif.
  6. Anemia sel sabit. Anemia sel sabit merupakan bagian dari anemia hemolitik. Ini merupakan kondisi serius karena sel darah merah diproduksi dengan bentuk yang tidak sempurna atau cacat. Bentuk sel darah merah yang seharusnya bulat pipih menjadi seperti bulan sabit. Selain bentuknya cacat sel darah merah ini juga rusak lebih cepat sehingga tubuh jadi kekurangan sel darah merah.

Kode Diagnosis Anemia

Setiap jenis anemia memiliki penyebab yang berbeda. Dalam buku kode ICD 10 anemia, anemia dikategorikan dan dikodifikasi berdasarkan penyebabnya. Di bawah ini adalah kode diagnosis anemia yang dimaksud:1

  1. Anemia kekurangan zat besi
    • D50 – Anemia kekurangan zat besi
    • D50.0 – Anemia kekurangan zat besi karena kehilangan darah/ perdarahan (kronis)
    • D50.1 – Sideropenic dysphagia
    • D50.8 – Anemia kekurangan zat besi lainnya
    • D50.9 – Anemia kekurangan zat besi, belum teridentifikasi
  2. Anemia kekurangan vitamin
    • D51 – Anemia defisiensi vitamin B12
      • D51.0 – Anemia defisiensi vitamin B12 karena faktor intrinsik.
      • D51.1 – Anemia defisiensi vitamin B12 karena malabsorbsi vitamin B12 tertentu dengan proteinuria.
      • D51.2 – Defisiensi transcobalamin II.
      • D51.3 – Anemia defisiensi vitamin B12 terkait diet/ pola makan lain.
      • D51.8 – Anemia defisiensi vitamin B12 lainnya.
      • D51.9 – Anemia defisiensi vitamin B12, belum teridentifikasi.
    • D52 – Anemia kekurangan folat
      • D52.0 – Anemia kekurangan folat karena makanan.
      • D52.1 – Anemia kekurangan folat karena obat-obatan.
      • D52.8 – Anemia kekurangan folat lainnya.
      • D52.9 – Anemia kekurangan folat, belum teridentifikasi.
      • D53 – Anemia nutrisional lainnya.
    • D53.0 – Anemia kekurangan protein
      • D53.1 – Anemia megaloblastik lainnya, not elsewhere classified.
      • D53.2 – Anemia skorbutik.
      • D53.8 – Anemia nutrisional lainnya yang teridentifikasi.
      • D53.9 – Anemia nutrisional, tidak teridentifikasi.
  3. Anemia hemolitik
    • D55 – Anemia karena kelainan enzim
      • D55.0 – Anemia karena kekurangan glucose-6-phosphate dehydrogenase [G6PD].
      • D55.1 – Anemia karena kelainan glutathione metabolism.
      • D55.2 – Anemia karena kelainan glycolytic enzymes.
      • D55.3 – Anemia karena kelainan nucleotide metabolism.
      • D55.8 – Anemia karena kelainan enzim lainnya.
      • D55.9 – Anemia karena kelainan enzim, belum teridentifikasi.
    • D56 – Thalassemia
      • D56.0 – Alpha thalassemia.
      • D56.1 – Beta thalassemia.
      • D56.2 – Delta-beta thalassemia.
      • D56.3 – Thalassemia minor.
      • D56.4 – Hereditary persistence of fetal hemoglobin (HPFH).
      • D56.5 – Hemoglobin E-beta thalassemia.
      • D56.8 – Thalassemia lainnya.
      • D56.9 – Thalassemia, belum teridentifikasi.
    • D57 – Kelainan sel sabit
      • D57.0 – penyakit Hb-SS dengan krisis.
      • D57.1 – Penyakit sel sabit tanpa krisis.
      • D57.2 – Penyakit sel sabit/Hb-C.
      • D57.3 – Sickle-cell trait.
      • D57.4 – Thalassemia sel sabit.
      • D57.8 – Penyakit sel sabit lainnya.
    • D58 – Hemolitik anemia keturunan lainnya
      • D58.0 – Spherocytosis keturunan.
      • D58.1 – Elliptocytosis keturunan.
      • D58.2 – Hemoglobinopathies lainnya.
      • D58.8 – Anemia hemolitik keturunan lainnya yang dikenali.
      • D58.9 – Anemia hemolitik keturunan, belum teridentifikasi.

Masih ada beberapa jenis kode ICD 10 anemia lainnya yang bisa diketahui. Terlepas dari kodifikasi tersebut, pastikan bahwa Anda mendapatkan asupan zat besi dan nutrisi lainnya secara cukup supaya anemia karena kekurangan zat besi dan vitamin enggan mendekat. Salam sehat!

Artikel ini ditinjau oleh:
Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Outsources Strategies. Coding Different Types of Anemia – A Look at the Related ICD-10 Codes [Internet]. 2023. (cited Desember 2023). Available from: https://www.outsourcestrategies.com/resources/coding-different-types-of-anemia-a-look-at-the-related-icd-10-codes/.
  2. Mayo Clinic. Anemia [Internet]. (cited Desember 2023). Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360.
  3. Cleveland Clinic. Anemia [Internet]. 2023. (cited Desember 2023). Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/3929-anemia.
  4. FKKMK UGM. Dalam Era BPJS, Coder Rekam Medis dan Dokter Harus Pahami Benar ICD-10 [Internet]. (cited Desember 2023). Available from: https://fkkmk.ugm.ac.id/dalam-era-bpjs-coder-rekam-medis-dan-dokter-harus-pahami-benar-icd-10/#:~:text=ICD%2D10%20adalah%20suatu%20klasifikasi,diterapkan%20di%20Indonesia%20sejak%201997.
Share Pemenuhan Kebutuhan Zat Besi