Detail

Ciri-Ciri Anemia dan Perbedaannya Dengan Darah Rendah

Penyakit anemia dan darah rendah adalah dua kondisi kesehatan yang seringkali disalah artikan dan dianggap sama. Padahal, kedua kondisi ini sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal penyebab, gejala, dan pengobatannya. Namun, sebelum mengambil tindakan, ada baiknya agar kamu mengetahui ciri-ciri anemia dan perbedaannya dengan darah rendah. Di artikel ini, kami akan membahas secara rinci mengenai ciri-ciri anemia dan darah rendah, serta memberikan panduan praktis untuk membedakan kedua kondisi ini.

Apa Perbedaan Anemia dan Darah Rendah?

Kurang darah atau anemia adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan hemoglobin(1). Sedangkan darah rendah atau hipotensi terjadi ketika tekanan darah dalam arteri menurun di bawah batas normal. Jika hasil pengukuran tekanan darahmu menunjukkan angka di bawah 90/60 mmHg, maka itulah yang dinamakan darah rendah(2).

Perbedaan Penyebab Anemia dan Darah Rendah

  1. Anemia
    Penyebabnya: Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (zat merah darah) dalam tubuh berada di bawah kisaran normal. Penyebabnya bervariasi, mulai dari kekurangan nutrisi seperti zat besi, vitamin B12, atau asam folat dalam makanan yang dikonsumsi, hingga riwayat medis seperti autoimun, kelainan genetik, obat-obatan atau kehilangan banyak darah(1).

    Dampaknya: Dalam sistem peredaran darah kita, sel darah merah berperan penting membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sel darah merah mengandung protein khusus yang disebut hemoglobin untuk mengangkut oksigen tersebut. Namun, ketika anemia, maka kadar hemoglobin menjadi di bawah normal, dan akibatnya, kapasitas darah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh juga ikut berkurang(1).
  2. Darah Rendah
    Penyebabnya: Tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab umumnya adalah kurang nutrisi dari makanan serta kondisi medis seperti kehamilan, gangguan jantung dan katup jantung, penyakit terkait hormon, dehidrasi, kehilangan banyak darah, infeksi berat, serta reaksi alergi yang parah(2).

    Dampaknya: Banyak orang dengan tekanan darah rendah tidak memiliki tanda-tanda atau efek samping. Namun, penderitanya juga bisa merasakan pusing dan pingsan. Bagi sebagian orang, tekanan darah rendah bisa menjadi tanda dari kondisi kesehatan yang melatarbelakanginya, terutama apabila tekanan darah turun mendadak(3).

Ciri-Ciri Anemia Yang Perlu Kamu Ketahui

Berikut ini merupakan daftar gejala anemia yang tidak boleh kamu lewatkan. Bisa jadi, tanda-tanda ini ada padamu atau orang terdekat.

  • Kelelahan: Ciri-ciri anemia yang pertama adalah kelelahan. Sebabnya, kekurangan hemoglobin mengakibatkan kurangnya oksigen yang mencapai jaringan dan otot tubuh, sehingga menghilangkan energi. Akhirnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa lebih banyak darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh, sehingga bisa membuatmu merasa lelah(4).
  • Napas pendek: Apakah napasmu sering tersengal-sengal terutama saat melakukan aktivitas yang tidak terlalu berat? Kalau iya, bisa jadi kamu memiliki anemia. Saat kadar oksigen ke seluruh tubuh tidak lancar, otot juga terkena imbasnya. Otot tubuh tidak akan menerima cukup oksigen untuk melakukan aktivitas normal, seperti berjalan kaki, menaiki tangga apalagi berolahraga(4).
  • Wajah pucat: Orang yang kekurangan zat besi bisa jadi memiliki kulit dan kelopak mata bagian bawah yang lebih pucat dari biasanya. Penyebabnya karena hemoglobin dalam sel darah merah memberi warna merah pada darah, sehingga juga akan mengurangi warna pada kulit dan membuatnya terlihat pucat(4).
  • Sakit kepala: Meskipun sakit kepala bisa disebabkan oleh berbagai hal, sakit kepala yang terjadi secara berulang bisa jadi merupakan tanda kekurangan zat besi. Ciri-ciri ini sering terjadi pada penderita anemia yang kekurangan zat besi, khususnya pada wanita yang sedang dalam masa menstruasi(4).
  • Kulit dan rambut kering: Kekurangan zat besi dapat menimbulkan berbagai gejala anemia pada tubuh, termasuk pada kulit dan rambut. Perhatikan apakah kondisi rambut dan kulit menunjukkan tanda-tanda seperti kering atau rusak. Penyebabnya adalah karena rendahnya hemoglobin dapat mengurangi ketersediaan oksigen untuk sel-sel yang meregenerasi rambut dan kulit(4).
  • Pikiran kacau balau: Selain ciri-ciri anemia di atas, kurang darah juga bisa mempengaruhi suasana hati atau mood kita sehari-hari. Yup, orang dewasa yang menderita anemia biasanya juga merasa lebih mudah mengalami depresi, terutama pada ibu hamil (4).

Ciri-Ciri Anemia pada Wanita

Sebenarnya, ciri-ciri anemia pada wanita tidak jauh berbeda dengan dengan gejala anemia yang umum seperti kelelahan, napas pendek dan sakit kepala. Namun, memang wanita lebih berisiko terkena anemia saat menstruasi, di mana ada banyak jumlah darah yang keluar dari tubuh(4).

Ciri-ciri Anemia pada Ibu Hamil

Merasa punya craving atau mengidam makanan yang aneh-aneh? Jangan anggap remeh ya. Biasanya, orang yang ‘mengidam’ hal yang tak wajar seperti es, tanah liat, tanah, kapur, atau bahkan kertas, adalah orang yang mengalami pica (kelainan makanan) karena kekurangan zat besi, di mana juga merupakan ciri-ciri anemia pada ibu hamil(4).

Perbedaan Cara Mengatasi Anemia dan Darah Rendah

Apapun gejala yang kamu alami saat ini, baik kurang darah maupun darah rendah harus segera diatasi. Setelah mengetahui perbedaan dari ciri-ciri anemia dan darah rendah, kini kamu harus mengetahui cara untuk menanggulanginya. Berikut ini tipsnya.

  1. Anemia. kita dapat mencukupi semua nutrisi dari makanan sehari-hari. Namun, ketika seseorang mengalami anemia, maka asupan zat besinya akan terlalu rendah untuk memenuhi kebutuhan tubuh(5). Oleh karena itu disarankan untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung zat besi sebanyak 100 mg:
    • Untuk anak (12 tahun) dan dewasa, disarankan mengonsumsi 1-3 tablet sehari selama 3-5 bulan sampai Hb normal, selanjutnya diteruskan 1 tablet sehari.
    • Sedangkan, untuk ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi 2-3 tablet sehari sampai Hb normal, selanjutnya diteruskan 1 tablet sehari sampai akhir masa kehamilan.
  2. Darah rendah. juga bisa menyarankanmu untuk menangani hipotensi atau darah rendah dengan mengenali gejalanya, misalnya seperti mengubah pola makan, mengurangi minuman alkohol(3), minum lebih banyak air dan garam(6), serta jika diperlukan dokter dapat memberikanmu resep obat dan bahkan transfusi darah(3).

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan perbedaan antara anemia dan darah rendah (hipotensi)? Jika kamu mengalami ciri-ciri anemia seperti yang sudah disebutkan tadi, jangan panik dulu ya. Semua tetap bisa diatasi, kok. Kamu bisa menanganinya dengan konsumsi suplemen yang mengandung zat besi 100 mg agar dapat terhindar dari anemia yang berkelanjutan. Always stay healthy!

Artikel ini ditinjau oleh:
Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Better Health Team. Anaemia. Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/anaemia.
  2. Mayo Clinic Team. Low Blood Pressure (Hypotension). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20355465.
  3. Cleveland Clinic Team. 2022. Low Blood Pressure (Hypotension). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21156-low-blood-pressure-hypotension.
  4. Gavin Van De Walle. 2022. 14 Signs of Iron Deficiency Anemia. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/iron-deficiency-signs-symptoms.
  5. Shane Murphy. 2022. Understanding Iron Supplements for Anemia. Healthline. https://www.healthline.com/health/anemia/iron-supplements-for-anemia.
  6. Noreen Iftikhar. 2023. Understanding Low Blood Pressure Symptoms and How to Manage Them. Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-raise-blood-pressure#raising-blood-pressure.
Share Pemenuhan Kebutuhan Zat Besi