Detail

Apakah Anemia Penyebab Kepala Sering Pusing? Ini Jawabannya

Sakit kepala merupakan keluhan kesehatan yang sangat umum terjadi. Penyebab sakit kepala sendiri juga sangat beragam, mulai dari stres, ketegangan otot, infeksi, masalah mata, hormonal, dan lain sebagainya.1 Nah, jika kamu merasa tidak memiliki masalah apapun yang menjadi penyebab sakit kepala seperti yang disebutkan di atas namun nyeri kepala masih tetap melanda, waspadalah. Bisa jadi, sakit kepala sering dirasakan menjadi salah satu tanda kamu terkena anemia.

Untuk lebih jelasnya mengenai anemia dan hubungannya dengan kepala sering pusing atau sakit kepala, yuk simak informasinya berikut ini.

Mengenal Anemia

Sebelum membahas lebih jauh mengenai anemia dan hubungannya dengan kepala sering pusing, ada baiknya untuk mengenal kondisi kesehatan ini terlebih dahulu. Anemia adalah sebuah kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih sedikit dari yang seharusnya. Sel darah merah sendiri berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh dan organ, termasuk otak. Ketika otak kekurangan oksigen, beberapa gejala akan muncul termasuk kepala sering pusing atau sakit kepala.2

  1. Penyebab Umum Anemia
    Penyebab anemia juga sangat beragam. Namun, yang paling umum adalah karena kekurangan zat besi.3 Kondisi kekurangan atau defisiensi zat besi ini bisa terjadi karena beberapa sebab di antaranya adalah kurang asupan zat besi dari makanan, kehilangan darah karena kecelakaan, serta menstruasi dan melahirkan.4
  2. Gejala Anemia
    Sekarang kamu sudah tahu bahwa anemia kebanyakan terjadi karena kekurangan zat besi. Saat kebutuhan zat besi harian tidak tercukupi, kemungkinan kamu akan mengalami anemia yang bisa dikenali dari beberapa gejala yang sering muncul. Gejala anemia tersebut adalah:3
    • Sakit kepala,
    • Pusing,
    • Mudah lelah dan lemas,
    • Susah konsentrasi,
    • Nafas pendek atau mudah terengah-engah,
    • Detak jantung tidak normal,
    • Kulit tampak pucat.

Penyebab Kepala Sering Pusing Karena Anemia?

Dari keterangan di atas, nampak jelas bahwa kepala sering pusing atau sakit kepala merupakan salah satu gejala anemia. Dengan kata lain, anemia memang menyebabkan pusing. Pertanyaannya adalah bagaimana kekurangan sel darah merah dapat memicu rasa sakit di kepala maupun sensasi berkunang-kunang seperti mau pingsan yang kamu rasakan saat pusing melanda? Setidaknya ada dua alasan yang bisa menjadi jawabannya.

  1. Zat besi mempengaruhi pembentukan hormon serotonin.
    Para ahli percaya bahwa zat besi mempengaruhi pembentukan hormon serotonin,3 di mana serotonin sendiri bertanggung jawab atas kesehatan tubuh secara umum serta meregulasi mood atau kondisi mental.5 Orang yang mengalami sakit kepala, migrain dan pusing disebut memiliki kadar serotonin yang rendah.
  2. Jumlah sel darah merah lebih sedikit dari seharusnya.
    Kedua, jumlah sel darah merah yang lebih sedikit dari yang seharusnya membuat suplai oksigen ke seluruh tubuh berkurang. Hal ini juga berlaku pada otak. Saat otak tidak mendapatkan asupan oksigen yang dibutuhkan, akan terjadinya kelainan pada performanya yang memicu terjadinya pusing dan sakit kepala.3

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Kepala Akibat Anemia

Kabar baiknya adalah sakit kepala atau pusing anemia yang terjadi dalam jangka pendek bisa diatasi dengan beberapa cara, misalnya dengan minum obat sakit kepala, mengompres kepala dengan air hangat, beristirahat di ruangan dengan penerangan remang serta memijat bagian kepala yang terasa sakit.3

Namun, apabila pusing yang kamu rasakan berkaitan dengan anemia, maka penting juga untuk mengatasi masalah kekurangan sel darah merah tersebut. Jika anemia yang dirasakan adalah karena kekurangan zat besi, maka beberapa cara untuk mengatasinya adalah:

  • Memperbaiki asupan nutrisi. Jika memang kamu mengalami anemia karena defisiensi zat besi, maka perbanyaklah makan makanan yang tinggi mineral tersebut. Misalnya saja daging merah, ayam, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan dan telur.3
  • Meminum suplemen zat besi. Suplemen zat besi baik yang berbentuk tablet, kapsul maupun sirup dapat membantu meningkatkan kadar zat besi di dalam tubuh.3 Namun, perlu diingat bahwa suplemen zat besi juga memiliki efek samping salah satunya konstipasi.4 Oleh karena itu, pastikan untuk mengikuti dosis pemakaian atau konsultasikan kepada dokter.
  • Transfusi darah. Pada beberapa kasus, transfusi darah juga diperlukan untuk mengembalikan jumlah sel darah merah ke level normal dalam waktu cepat. Umumnya, cara ini digunakan ketika kamu kehilangan banyak darah.3

Kepala yang sering pusing bisa jadi merupakan gejala anemia. Penuhi kebutuhan zat besi harian dengan makan makanan bergizi seimbang. Apabila diperlukan, bisa dibantu dengan mengonsumsi suplemen zat besi yang tersedia di pasaran dalam bentuk drops, sirup maupun tablet kunyah. Salam sehat!

Artikel ini ditinjau oleh:
Team Medical Combiphar

Referensi:

  1. Better Health Team. (2015). Headache - Cause of Headache. Better Health. Diakses dari https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/headache#causes-of-headache.
  2. Healthline Team. (2019). What You Need to Know When Anemia and Headaches Happen Together. Healthline. Diakses dari https://www.healthline.com/health/headache/anemia-and-headaches.
  3. Carly Werner. (2023). Does anemia cause headaches? How to get rid of them #Anemia and Headaches. Medical News Today. Diakses dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/does-anemia-cause-headaches#anemia-and-headaches.
  4. Collen Doherty. (2023). Can Headaches Be a Symptom of Anemia? Very Well Health. Diakses dari https://www.verywellhealth.com/iron-deficiency-anemia-and-migraines-4111553.
  5. Health Direct Team. (2023). Serotonin. Health Direct. Diakses dari https://www.healthdirect.gov.au/serotonin.
Share Pemenuhan Kebutuhan Zat Besi