Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Vegetarian Risiko Tinggi Mengalami Anemia Defisiensi Besi

Mereka yang mengadopsi gaya hidup vegetarian atau memilih menjadi vegan, risiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi. Kok bisa? Bagaimana cara mengatasinya?

Walaupun menurut para ahli gaya makan vegetarian sudah muncul sejak 700 SM, namun keberadaannya baru populer di tahun 1970-an. Bahkan sejak tahun 1977, para praktisi vegetarian dan vegan merayakan Hari Vegetarian Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 November.

 

Jenis vegetarian dan risikonya

Banyak orang masih sering salah kaprah menganggap istilah vegan sebagai kependekan dari vegetarian, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Tujuan utama dari mereka yang menjalani pola makan vegetarian dan vegan ini memiliki persamaan, yaitu menghindari ‘pembunuhan hewan’ untuk dijadikan makanan (alasan kemanusiaan), menjaga berat badan agar stabil, serta tentu saja, menjaga kesehatan.

Perbedaannya, pola makan vegetarian selain menghindari mengosumsi daging hewan, tapi masih mengonsumsi susu dan telur (lacto-oco-vegetarian), susu saja, tapi telur tidak (lacto-vegetarian), atau telur saja, susu tidak (ovo-vegetarian). Berbeda dengan vegan yang 100% menghindari mengonsumsi segala produk hewani, bukan hanya dagingnya, tapi juga susu, telur, madu, bahkan gelatin dan kasein.

Di satu sisi, gaya hidup vegetarian atau vegan mampu membuat praktisinya menjaga berat badan tubuh yang ideal. Selain itu, tingkat gula darah maupun kolesterol kaum vegan dan vegetarian pun umumnya berada di kadar normal. Namun, pola makan vegetarian dan vegan justru mengurangi asupan mikronutrisi seperti zat besi, kalsium, seng, dan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh. Seperti yang kita ketahui, kekurangan zat besi dapat menyebabkan kondisi anemia.

 

Bahaya kekurangan zat besi

Sebagai salah satu mikronutrisi penting yang perlu ada dalam makanan kita sehari-hari, zat besi sangat penting dalam pembentukan hemoglobin di dalam sel darah merah. Zat besi diperlukan untuk mengangkut oksigen dalam hemoglobin ke seluruh tubuh. Praktisi vegan perlu ekstra hati-hati, karena mereka pun dapat kekurangan vitamin B12, vitamin esensial dalam pembentukan sel darah merah. Kondisi kekurangan vitamin B12 yang menyebabkan tubuh tak dapat menghasilkan cukup darah merah disebut anemia pernisiosa.

Zat besi terbagi menjadi dua jenis, pertama adalah jenis zat besi heme yang mudah diproses di dalam tubuh kita dan sering  ditemukan pada  daging, unggas, dan ikan. Kedua, zat besi non-heme, memiliki struktur yang sulit untuk diserap tubuh yang ditemukan pada sayuran.

 

Mencari sumber zat besi nabati

Penuhi kebutuhan zat besi Anda dengan cara, mencari makanan yang mengandung tinggi zat besi. Berikut beberapa pilihannya:

  • Sereal
  • Sirup gula (molasses)
  • Sayuran hijau
  • Kacang-kacangan (kacang merah, lentil, dan lainnya)
  • Biji-bijian
  • Beras atau pasta
  • Jus buah prune
  • Buah kering, terutama kismis

Sebagai tambahan, praktisi vegan juga sebaiknya mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12, yaitu:

  • Beras atau susu kedelai
  • Sereal atau biji-bijian
  • Makanan yang sudah diperkaya dengan vitamin B12
  • Suplemen B-kompleks
  • Ragi gizi (nutritional yeast), campuran ragi dan jamur yang dinonaktifkan

Konsumsi juga buah atau sayur yang mengandung banyak vitamin C, karena vitamin C dapat membantu mempercepat penyerapan zat besi di dalam tubuh.

 

Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi Maltofer® yang mengandung senyawa IPC atau Iron Polymaltose Complex, yang bekerja  dengan mekanisme aktif dan terkontrol, sehingga tubuh akan menyerap zat besi sesuai kebutuhan tubuh. Ingat, selalu konsultasikan lebih dahulu dengan dokter Anda untuk penjelasan lebih lanjut.

 

Referensi:

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Cara Mengetahui Kekurangan Zat Besi

Kelelahan yang tidak biasa dengan disertai rasa lemas dan kurang konsentrasi bisa menjadi gejala anemia defisiensi zat besi. Untuk membedakan dengan gejala penyakit lain, yuk kita kenali lebih jauh gejala yang timbul saat tubuh mengalami anemia defisiensi besi

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Mengenal Hemoglobin Lebih Dekat!

Belakangan ini kamu merasa gampang capek dan wajah terlihat pucat. Jangan-jangan hemoglobin kamu rendah.

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Kecerdasan dan Perilaku Anak

Tahukah Bunda? Anemia defisiensi zat besi (ADB) ternyata tidak hanya mengakibatkan seseorang mengalami lemah, lesu, letih, namun juga menyebabkan gangguan fungsi kognitif pada anak.

0