Friendly Iron Education
Article Zat Besi

Mengenal Hemoglobin Lebih Dekat!

Belakangan ini kamu merasa gampang capek dan wajah terlihat pucat. Jangan-jangan hemoglobin kamu rendah.

Hemoglobin (sering disingkat Hb) adalah protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen dan karbon dioksida. Kandungan oksigen yang terikat dengan hemoglobin pada sel darah membuat darah menjadi warna merah. Hemoglobin merupakan molekul darah yang terdiri dari zat ‘heme’ (salah satu jenis zat besi) dan rantai polipeptida ‘globin’ (protein di dalam sel darah merah sebagai pengangkut oksigen).

Fungsi hemoglobin dalam sel darah merah sangat penting dan sangat vital bagi tubuh manusia. Jika tubuh kekurangan hemoglobin akan menyebabkan tubuh lemas karena tidak mendapatkan cukup oksigen. Sebaliknya jika kelebihan hemoglobin akan membuat penyumbatan pada pembuluh darah sehingga menyebabkan risiko terjadinya penyakit stroke.

 

3 Fungsi hemoglobin

Secara garis besar terdapat tiga fungsi hemoglobin:

  • Mengatur pertukaran oksigen (O2) dengan karbondioksida (CO2) pada seluruh jaringan yang ada di dalam tubuh.
  • Berfungsi sebagai pengambil oksigen (O2) dari paru-paru dan membawanya ke seluruh bagian tubuh untuk memberikan energi kepada tubuh.
  • Membawa zat karbondioksida (CO2) yang terdapat dalam jaringan tubuh untuk kemudian dibuang ke udara bebas melalui paru-paru.

 

Berapa kadar hemoglobin-mu?

Kadar hemoglobin bergantung pada usia dan jenis kelamin. Wanita dewasa (di atas usia 18 tahun) memiliki kadar 12-16 g/dl, sedangkan pria dewasa (di atas 18 tahun) 13-18g/dl. Terjadinya perubahan kadar hemoglobin di dalam darah dapat menandakan terjadinya gangguan kesehatan, terutama yang menyangkut darah.

 

  • Kadar hemoglobin rendah: kekurangan nutrisi, kehabisan darah karena operasi, menderita anemia (terutama anemia karena kekurangan zat besi) atau kelainan darah, terdapat permasalahan dengan hati (sirosis) dan ginjal, hipertiroidisme, dan perdarahan.
  • Kadar hemoglobin tinggi: terdapat gangguan sumsum tulang, penggunaan obat yang tidak tepat, kanker, penyakit paru-paru kronik, atau kebiasaan merokok. Selain itu, dapat terjadi pada kondisi hemokonsentrasi (polisitemia, luka bakar). Kadang faktor lingkungan juga dapat menyebabkan kadar hemoglobin menjadi tinggi, misalnya tinggal di daerah dataran tinggi.

 

Dokter biasanya menyarankan kita untuk melakukan pemeriksaan darah, termasuk mengecek kadar hemoglobin untuk kepentingan mendiagnosis penyakit, memantau kondisi kesehatan, pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up).

Salah satu penyakit yang berkenaan dengan rendahnya hemoglobin adalah anemia terutama anemia karena kekurangan zat besi. Tahukah kamu, Indonesia adalah negara dengan tingkat kasus anemia defisiensi zat besi yang cukup tinggi? Kekurangan zat besi (Fe) menjadi salah satu masalah nutrisi terbesar di Tanah Air. Mulai dari anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia subur memiliki risiko tinggi menderita anemia atau awam lebih mengenalnya dengan istilah kurang darah.

Anemia defisiensi besi adalah satu jenis anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi sehingga terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang sehat. Zat besi diperlukan tubuh untuk menghasilkan hemoglobin. Kalau kamu merasa cepat lelah, lemas, sakit kepala, kulit terlihat pucat, detak jantung tak teratur, nyeri dada, napas pendek, tangan serta kaki terasa dingin, coba periksakan diri, karena mungkin anda mengalami anemia.

 

Agar kebutuhan zat besi kamu tercukupi

Berikut beberapa catatan penting agar kamu tidak mengalami anemia defisiensi besi

  • Konsumsi makanan kaya zat besi dan asam folat, seperti daging merah, ikan, tiram, hati, kacang kedelai, bayam, tahu, dll.
  • Tingkatkan asupan vitamin C karena  dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Sumber vitamin C antara lain jeruk, stroberi, brokoli, dan sayuran hijau..
  • Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 yang dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi sama seperti vitamin C. Sumbernya antara lain ikan salmon dan tuna, kerang-kerangan, telur, edamame, keju dan yogurt.
  • Selain langkah di atas, konsumsi Maltofer® secara teratur. Zat besi (Fe) yang terdapat dalam Maltofer® berbentuk iron (III)-hidroxide polymaltose complex (IPC) yang memiliki struktur kimia mirip dengan ferritin, yakni protein mengandung besi yang terdapat di alam, dan karena kemiripannya, zat besi diserap tubuh melalui mekanisme alami.

 

Referensi:

https://www.verywellhealth.com/importance-of-hemoglobin-2249107

–     https://www.honestdocs.id/maltofer

– https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180427150108-255-294137/7-cara-efektif-cegah-anemia

– Pedoman Interpretasi Data Klinik. Kemenkes. 2011

 

Related Article

Foto Preview Artikel Maltofer

Kelainan Akibat Kelebihan Zat Besi

Hemokromatosis adalah kelainan metabolisme yang menyerang lebih dari 1 juta orang Amerika. Kondisi ini nyata, biasa dan terkait genetik

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Makanan Kaya Zat Besi untuk Balita

Kebutuhan zat besi tiap orang berbeda-beda sesuai dengan usia dan jenis kelamin. Kebutuhan zat besi bayi usia 7-11 bulann adalah 7 mg/hari dan meningkat menjadi 8-10 mg/hari pada usia 1-9 tahun. Zat besi adalah mineral penting  pada hemoglobin. Hemoglobin ditemukan dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Sangat ...

0

Foto Preview Artikel Maltofer

Penyebab dan Gejala Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat terjadi pada siapa saja. Saat kondisi ini terjadi, tubuh dapat mengalami anemia defisiensi zat besi yang menyebabkan berbagai gejala yang khas.

0